Minggu, 20 Januari 2019

terapi totok punggung

0
Hasil gambar untuk totok punggung ustadz abdurrahman

Apa yang tergambar di benak Anda saat mendengar istilah “totok”? Sebagian mungkin akan terbayang jurus maut kungfu China kuno yang membuat lawan tak sadarkan diri. Tapi totok yang satu ini bisa digunakan untuk pengobatan, yakni pijat totok. Banyak yang telah merasakan manfaatnya.


Abdullah salah satunya. Pria ini divonis mengidap penyakit gagal ginjal oleh seorang dokter sebuah rumah sakit di Jakarta. Pasalnya, kandungan ureum dan kreatininnya mencapai angka 210 mg/dl dan 12,1 mg/dl. Untuk dapat mempertahankan hidup, saran dokter, Abdullah harus menjalani terapi hemodalisis atau cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu.


Abdullah menggugat. “Ada alternatif lain tidak, Dokter?” tanya Abdullah. Dokter hanya bisa menjawab, “Tidak ada.” Meski demikian,  Abdullah tidak langsung menyetujui tindakan yang disarankan dokter. Meski tubuhnya sudah lemah, ia berusaha mencari jalan penyembuhan lain. Berbagai tempat pengobatan alternatif telah ia datangi, salah satunya pijat totok di Klinik Sakinah “Pro Health”.


Klinik yang pertama kali dibuka di Jl  KH Madani 197A Komplek Islamic Center Iqro, Pondok Gede, Bekasi ini (kini berlokasi di Jatiasih) , melayani terapi pijat totok yang berfungsi untuk melancarkan peredaran darah. Menurut Abdurrahman, pemilik sekaligus terapis klinik, pijat totok bermanfaat untuk menghancurkan sumbatan dan gumpalan dalam pembuluh darah. Kedua hal itu dapat mengakibatkan berbagai penyakit berat, seperti stroke, kolesterol, dan jantung.


“Kalau darah dalam tubuh dapat beredar lancar, insya Allah tubuh lebih sehat,” ujar Abdurrahman saat ditemui di tempat praktiknya.


Menurut Abdurrahman, ada beberapa penyebab peredaran darah dalam tubuh tidak lancar. “Makanan berlemak, obat-obatan kimia, serta zat tambahan dalam makanan, seperti pengawet, pewarna, dan pengembang,” kata pria yang telah praktik pijat totok lebih dari lima tahun ini.


Sebelum melakukan pijat totok, Abdurrahman terlebih dahulu menanyakan keluhan  penyakit pasien. “Selain itu, pasien juga diperiksa tekanan darahnya menggunakan tensimeter,” jelas pria yang sebelumnya berprofesi sebagai guru bahasa Inggris ini. Selanjutnya, proses terapi dimulai. Dalam terapinya, berdasarkan pengamatan Suara Hidayatullah beberapa waktu lalu, Abdurrahman menggunakan jari telunjuk dan tengahnya menekan titik-titik tertentu di sekitar punggung.


“Titik yang saya tekan itu merupakan bagian pembuluh darah. Jika ada penggumpalan darah, biasanya pasien akan terasa sakit,” jelas Abdurrahman yang menggunakan minyak zaitun dalam terapinya. Klinik Sakinah juga menyediakan terapis wanita untuk melayani pasien wanita dan anak-anak. Proses terapi yang berlangsung selama 45 menit ini dibagi menjadi dua sesi: pertama, dilakukan general treatment (terapi secara umum) yang dilakukan oleh terapis asistennya. Selanjutnya, baru dilakukan penanganan khusus yang ditangani langsung oleh Abdurrahman.


Obat-obatan Herbal

Di Jalan Suci, Bandung, Jawa Barat, juga terdapat Klinik Terapi Totok yang dikelola oleh Asep Kusumah. Dalam praktiknya, Asep selalu memeriksa kondisi fisik pasien melalui denyut nadi di pergelangan tangan. “Cara ini untuk mengetahui fungsi organ utama pasien, seperti detak jantung, tekanan darah, ginjal, paru-paru, dan lainnya,” jelas Asep. Dari pemeriksaan itu Asep bisa mengetahui kondisi tubuh yang dirasakan oleh pasien.


Selanjutnya, Asep mulai melakukan terapi totok pada tujuh titik di sekitar tengkuk dan punggung pasien. “Tujuan penotokan titik ini agar aliran darah yang menghubungkan organ utama bekerja dengan normal,” kata pria yang mulai mempelajari totok sejak masih di SMA. Sebelumya, titik yang akan ditotok lebih dulu diolesi minyak hasil fermentasi herbal racikannya.


“Minyak ini dapat menghantarkan rasa hangat ke bagian tubuh yang ditotok. Dan, ketika sudah ditotok rasa hangat tersebut perlahan akan terasa panas,” ujar Asep. Namun efeknya, setelah itu kepala dan tubuh terasa lebih rileks.


Sementara itu, jelas Asep, pasien yang penyakitnya parah, terapi akan dilanjutkan pada daerah sekitar punggung. “Tujuannya agar aliran darah lancar, sehingga oksigen dalam darah dapat terdistribusikan ke seluruh tubuh,” kata Asep yang juga selalu mengajarkan pola hidup sehat kepada pasien.


Bagi Asep mengajarkan pola hidup kepada pasien itu sangat penting. Pasalnya, yang memegang peranan penting dalam penyembuhan pasien sesungguhnya pasien itu sendiri. Menurutnya, sesungguhnya penyakit itu menyerang kepada manusia karena gaya hidup yang tidak harmoni, serta pola makan yang tidak sehat dan tidak seimbang.


Dengan proses diskusi itu, Asep berharap setelah pasien pulang dapat berpikir positif dan optimis bahwa penyakitnya akan sembuh. “Hal itu akan mempercepat proses penyembuhan pasien itu sendiri,” harap Asep yang selalu mengutip ayat al-Qur’an dan teladan Rasulullah dalam hal menjaga kesehatan.


Menurut Asep, hampir semua penyakit dapat disembuhkan, baik ringan maupun berat. Itu pun tergantung lamanya terapi dan konsumsi obat-obatan herbal yang diresepkan. Secara umum herbal yang diramu Asep sama dengan herbal di tempat-tempat lain. Tapi, aku Asep, ada beberapa herbal tertentu yang jarang digunakan pada klinik-klinik lain.


 “Seperti daun waru yang mempunyai kasiat sebagai anti biotik. Serta daun randu yang berfungsi sebagai pengencer dahak atau lendir,” Asep memberi contoh. Obat-obatan herbal yang berikan Asep kepada pasien berupa daun, biji, potongan kayu, yang semua itu sudah dikeringkan. Menurut Asep, pengeringan itu dimaksudkan untuk mengurangi kadar toksin dalam herbal-herbal tersebut hingga 0,01 persen.


“Sehingga aman dikonsumsi dan tidak merusak kerja fungsi organ utama dalam tubuh manusia,” ujar Asep. Sebelum meminumnya, herbal-herbal tersebut harus direbus dalam air mendidih.

 

Begitu juga dengan Abdurrahman. Setelah menjalani totok, pasien diberi obat herbal yang dapat membuang racun dalam tubuh (detoksifikasi). “Obat herbal ini diminum selama tiga hari, dan diminum menjelang tidur,” kata Abdurrahman. Biasanya, efek dari meminum herbal yang telah dikapsulkan itu, pasien menjadi semakin sering buang air besar.

 

Mudah Dipelajari

Apa yang dilakukan Abdurrahman dan Asep, sesungguhnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Asalkan tekun mempelajari ilmunya dan mau mempraktikkan. Bahkan, kata Abdurrahman, seharusnya setiap orang mesti bisa ilmu ini. “Setidaknya untuk mengobati keluarga kita masing-masing,” saran Abdurrahman.


Untuk mewujudkan hal tersebut, Abdurrahman sangat senang jika ada orang yang belajar ilmu ini kepadanya. Bahkan tak jarang, ujar pria yang telah memiliki cabang kliniknya di Cijantung, Jakarta Timur ini, mendatangi langsung orang-orang yang mau belajar kepadanya. Seperti yang ia lakukan kepada santri-santri tahfidz Qur’an sebuah pesantren di kawasan Bogor, Jawa Barat.


Namun, jika ingin datang langsung ke kliniknya pun, Abdurrahman tidak keberatan untuk mengajarkan ilmunya. “Target saya masyarakat Indonesia bisa menguasai ilmu ini,” pungkasnya. * Ahmad Damanik, Ngadiman/Suara Hidayatullah


untuk yang menderita keluhan aneka jenis penyakit khusus domisili tasikmalaya, kami menyediakan terapi Pijat, bekam dan totok punggung, kami menyediakan jasa terapi panggilan silahkan kontak di bawah ini

0823-1860-6062 (ikhwan)

0821-2030-8788 (akhwat)



Sumber:
Rubrik SYIFA, majalah Suara Hidayatullah edisi Desember 2011

Author Image

About ujang kampret
Soratemplates is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design

Tidak ada komentar:

Posting Komentar